
(Humas) - Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Sarolangun Sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) kepada 30 siswa perwakilan dari Organisasi yaitu OSIM, Pramuka dan PMR
Kegiatan Sosialisasi Pendidikan Kependudukan tersebut berlangsung sejak pagi hari pukul 09.00 di bertempat di ruang TIK dengan pemateri dari para Waka dan Pembina. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Madrasah Ahmad Fauzi, S. Ag, Rafi Hidayat, S,Pd (Waka Kesiswaan), Ustadzah Ema Susilasari, S. Ag (Waka Kurikulum), Ustadzah Roslaili, S. Ag (Waka Sarpras), Ranggi, S.Pd Pembina Pramuka sekaligus Guru BK dan Ibu Rizki Fitriana Ba'alawi, S.Pd (Guru BK). 
Kepala MTsN 1 Sarolangun, Ahmad Fauzi, S.Ag dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas Partisipasi Bapak dan Ibu Waka dan Pembina berkenan memberikan ilmu bagi siswa MTsN 1 Sarolangun mengenai program pengendalian kependudukan, dan kepada siswa yang diberi mandat mengikuti kegiatan ini agar dapat menyerap informasi dan pengetahuan tentang kependudukan dan dapat meneruskan kepada teman-teman yang lain, serta keluarga. 
Dalam sajian materinya, Ibu Roslaili menyampaikan bahwa Indonesia menempati posisi tinggi sebagai negara dengan jumlah penduduk peringkat empat paling banyak di dunia. Hal tersebut menimbulkan berbagai masalah yang terkait dengan kuantitas penduduk serta masalah yang terkait dengan kualitas penduduk, seperti masalah pendidikan, kesehatan, pendapatan, dan lain- lain.
Banyaknya masalah kependudukan di Indonesia, maka diupayakan berbagai cara pengendaliannya, salah satunya adalah dengan hadirnya Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), yaitu sekolah yang mengimplementasikan pendidikan kependudukan pada program-program pendidikan, baik dalam program Intrakurikuler maupun Ekstrakurikuler. Ujar Ustadzah Roslaili, S. Ag.
Selesai pemaparan materi, dibuka sesi tanya jawab kepada para siswa peserta sosialisasi SSK secara bergantian. Salah seorang siswi kelas VIII Rabbiatul Adawiah bertanya tentang cara menyebarkan informasi yang di dapat ke rumah agar tidak terjadi kesalahpahaman di dalam keluarga.
Tentu karena kalian masih pelajar, masih muda mungkin segan untuk menyampaikan informasi baru kepada kakak atau orangtua yang notabennya lebih tua, maka gunakanlah bahasa yang sopan dan tidak terkesan menggurui. Ilmu ini dapat kalian gunakan untuk kalian juga di masa depan dan orang-orang sekitar kalian. Jawab narasumber lugas. 
Di akhir sosialisasi, Waka Kesiswaan Rafi Hidayat, S.Pd berharap segala ilmu yang telah dipaparkan mampu memberi manfaat bagi siswa, guru, maupun Masyarakat sekitar. Semoga dengan kegiatan SSK kita mampu berpartisipasi dalam meminimalisir permasalahan kependudukan yang ada di lingkungan sekitar tempat kita tinggal dan bagi Indonesia, juga kita dapat menyiapkan diri menyongsong generasi yang lebih berkualitas. (Man)
|
153x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Sarolangun dan Sekitarnya
Memuat tanggal...