
MTsN 1 Sarolangun mengambil langkah strategis dalam memperkuat sistem proteksi dan keselamatan lingkungan madrasah dengan menjalin kerja sama bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sarolangun. Kerja sama ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) serta penyerahan Sertifikat Laik APAR oleh pihak DPKP kepada pihak madrasah.
Kegiatan penandatanganan MoU ini berlangsung bersamaan dengan agenda sosialisasi bertajuk "Edukasi Keselamatan Kebakaran & Tanggap Darurat Bagi Siswa-Siswi MTsN 1 Sarolangun". Acara ini dipimpin langsung oleh Kepala DPKP Kabupaten Sarolangun, Trianto, S.IP., ME., dan dihadiri oleh jajaran personel damkar, kepala madrasah, majelis guru, serta ratusan siswa. Penandatanganan MoU ini menjadi dasar hukum bagi komitmen jangka panjang dalam edukasi kebencanaan, pengawasan sistem proteksi kebakaran, dan pelatihan berkala di lingkungan MTsN 1 Sarolangun.
Dalam kesempatan yang sama, DPKP Kabupaten Sarolangun juga menyerahkan Sertifikat Laik APAR. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa seluruh fasilitas Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di gedung-gedung madrasah telah melalui pemeriksaan teknis, dinyatakan dalam kondisi baik, dan siap digunakan sebagai pertahanan utama jika terjadi kebakaran skala kecil.
Sebelum simulasi fisik dimulai, Kepala DPKP memberikan pemaparan tentang sains keselamatan darurat. Para siswa mendapatkan penjelasan mengenai Segitiga Api, yaitu tiga unsur pemicu api: bahan bakar, oksigen, dan sumber panas. Selain itu, siswa juga diajarkan cara mengenali klasifikasi kelas kebakaran agar dapat menggunakan media pemadam yang tepat. Personel damkar turut mempraktikkan langkah-langkah penanganan jika terjadi kebocoran gas LPG di dapur, seperti larangan menyalakan saklar listrik dan cara melepas regulator tabung secara cepat.(Humas/Rf)
Kegiatan utama kemudian berlanjut di lapangan utama madrasah. Ratusan siswa yang mengenakan pakaian olahraga hijau menyaksikan peragaan pemadaman api secara langsung. Petugas menyalakan api di dalam tong besi khusus untuk mensimulasikan situasi kebakaran nyata. Tim rescue memperagakan pemadaman api menggunakan teknik tradisional, seperti kain atau karung goni basah, serta teknik modern dengan tabung APAR melalui metode internasional P.A.S.S (Pull, Aim, Squeeze, Sweep). Beberapa siswa dan guru juga diberi kesempatan untuk mencoba langsung memadamkan api menggunakan APAR yang telah tersertifikasi.
Dengan adanya integrasi antara MoU, kepemilikan sertifikat kelayakan sarana, dan pelatihan praktik lapangan, MTsN 1 Sarolangun kini semakin siap sebagai institusi pendidikan yang tangguh menghadapi bencana di Kabupaten Sarolangun. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan seluruh warga madrasah dalam menghadapi potensi kebakaran dan situasi darurat lainnya.
|
38x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Sarolangun dan Sekitarnya
Memuat tanggal...