
SAROLANGUN – Dunia pendidikan di Kabupaten Sarolangun mendapat kabar baik setelah kualitas udara di wilayah tersebut menunjukkan perbaikan. Berdasarkan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kondisi udara yang membaik memungkinkan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Sarolangun untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah mulai Selasa, 22 September 2026.
Sebelumnya, proses belajar mengajar di MTsN 1 Sarolangun sempat dialihkan ke sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring. Kebijakan ini diambil akibat pekatnya kabut asap yang melanda wilayah Sarolangun, yang berisiko terhadap kesehatan siswa dan tenaga pendidik. Langkah preventif tersebut diambil oleh pihak madrasah sebagai upaya menjaga keselamatan seluruh warga sekolah, sambil terus memantau perkembangan situasi lingkungan.
Kepala MTsN 1 Sarolangun menyampaikan bahwa meskipun pembelajaran tatap muka telah diizinkan kembali, pelaksanaannya tetap dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan kewaspadaan. Pihak madrasah mengimbau seluruh siswa, guru, dan staf untuk tetap menjaga kesehatan. Selain itu, aktivitas fisik yang terlalu berat di luar ruang kelas juga diimbau untuk dibatasi jika diperlukan, guna mengantisipasi kemungkinan perubahan kualitas udara.
Kembalinya para siswa ke ruang kelas disambut positif oleh para orang tua murid. Mereka berharap sistem pembelajaran tatap muka dapat meningkatkan efektivitas belajar anak-anak secara langsung. Selain itu, para orang tua juga berharap agar kualitas udara di Sarolangun tetap bersih dan stabil ke depannya, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan lancar tanpa gangguan kesehatan.
Kondisi ini menjadi harapan baru bagi dunia pendidikan di Sarolangun, setelah sebelumnya sempat terganggu akibat bencana kabut asap. Pihak sekolah dan masyarakat terus memantau perkembangan kualitas udara agar pembelajaran tatap muka dapat berlangsung secara aman dan nyaman.(Humas/Rf)
|
28x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Sarolangun dan Sekitarnya
Memuat tanggal...