
SAROLANGUN – MTsN 1 Sarolangun mengadakan Workshop Sosialisasi dan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta serta Pendampingan Akreditasi Sekolah sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan dan tata kelola lembaga. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan madrasah dan dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Sarolangun, H. Mat Ali Martafo, M.Pd.I.
Dalam sambutannya, H. Mat Ali Martafo menyampaikan dukungan penuh dari institusi terhadap pelaksanaan workshop tersebut. Ia menegaskan bahwa penguatan kompetensi tenaga pendidik merupakan fondasi utama dalam mewujudkan madrasah yang unggul. Ia juga berharap, melalui integrasi kurikulum yang humanis dan persiapan akreditasi yang matang, MTsN 1 Sarolangun dapat terus mempertahankan dan meningkatkan standar mutu pendidikannya.
Workshop ini menghadirkan tiga narasumber yang memberikan materi secara komprehensif kepada seluruh peserta. Pada sesi pertama, Dr. Sunoko membahas persiapan akreditasi, termasuk aspek-aspek penting, dokumen pendukung, serta strategi teknis yang harus disiapkan oleh pihak madrasah dalam menghadapi proses visitasi akreditasi. Materi ini bertujuan agar madrasah dapat memenuhi standar administrasi dan mutu nasional secara optimal.
Sesi kedua diisi oleh H. Safriliandi Nasution, M.Pd.I., yang mengupas konsep Kurikulum Berbasis Cinta. Ia menjelaskan filosofi dan nilai-nilai dasar kurikulum tersebut, serta bagaimana pendekatan pedagogis yang menekankan kasih sayang dapat membentuk karakter peserta didik secara positif. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih humanis dan inklusif.
Pada sesi ketiga, Muhammad Syafri, M.Pd., membimbing peserta dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis Kurikulum Berbasis Cinta. Ia tidak hanya memaparkan teori, tetapi juga memandu praktik langsung penyusunan RPP, sehingga para guru dapat mengaplikasikan materi yang diperoleh dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.
Dengan adanya workshop ini, MTsN 1 Sarolangun menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dalam pembelajaran. Sinergi antara materi teoretis dan praktis diharapkan dapat membantu para guru mengembangkan kompetensi, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memenuhi standar administrasi dan mutu yang ditetapkan secara nasional.(Humas/Rf)
|
84x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Sarolangun dan Sekitarnya
Memuat tanggal...