
SAROLANGUN - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Sarolangun kembali menggelar apel pagi rutin di halaman sekolah pada hari ini. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh majelis guru, staf tata usaha, serta ratusan siswa. Suasana apel berlangsung khidmat dan penuh semangat, menandakan antusiasme tinggi dari seluruh peserta.
Pada apel pagi kali ini, Bapak Rafi Hidayat, S.Pd., bertindak sebagai Pembina Apel. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga perkataan melalui sebuah kisah inspiratif dari Kepulauan Solomon. Ia menceritakan bahwa masyarakat di Kepulauan Solomon memiliki tradisi unik saat membuka lahan. Jika ada pohon besar yang sulit ditebang, mereka tidak menggunakan alat berat, melainkan berkumpul dan meneriaki pohon itu dengan kata-kata negatif selama beberapa hari. Menurut cerita tersebut, pohon itu akhirnya layu dan tumbang akibat energi negatif yang diterimanya.
"Bayangkan, pohon yang merupakan makhluk hidup tanpa perasaan saja bisa mati hanya karena terus-menerus mendengar energi negatif dari lingkungan sekitarnya," ujar Bapak Rafi di hadapan para peserta apel. Ia menegaskan bahwa kisah ini menjadi pengingat betapa kuatnya pengaruh kata-kata, bahkan terhadap makhluk hidup yang tidak memiliki perasaan.
Melalui analogi tersebut, Bapak Rafi Hidayat menekankan pentingnya menghentikan segala bentuk perundungan atau bullying di lingkungan MTsN 1 Sarolangun. Ia mengingatkan bahwa perkataan buruk atau ejekan kepada teman dapat memberikan dampak yang jauh lebih merusak dibandingkan dengan efek yang dialami pohon dalam kisah tersebut. "Manusia dibekali hati dan perasaan. Jika pohon saja bisa hancur karena kata-kata negatif, apalagi mental dan masa depan seorang manusia jika terus-menerus menerima perundungan dari temannya? Oleh karena itu, mari kita suarakan bersama: Stop Bullying!" tegasnya.
Di akhir amanat, Bapak Rafi mengajak seluruh siswa untuk membiasakan diri menggunakan kata-kata positif, baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Ia menekankan pentingnya positive self-talk atau berbicara positif kepada diri sendiri. Menurutnya, kekuatan kata-kata yang baik dapat memicu semangat belajar, meningkatkan rasa percaya diri, dan memotivasi siswa untuk meraih prestasi.
"Percayalah pada kekuatan kata-kata. Mulai hari ini, ubah semua ucapan negatif menjadi kalimat-kalimat positif yang membangun. Katakan pada diri sendiri bahwa kalian mampu, kalian cerdas, dan kalian bisa sukses. Dengan begitu, kalian akan lebih bersemangat dan termotivasi dalam menuntut ilmu di madrasah ini," tutup beliau, yang disambut tepuk tangan dari para siswa.
Setelah amanat selesai, kegiatan apel pagi ditutup dengan doa bersama. Para siswa kemudian membubarkan diri secara tertib untuk melanjutkan aktivitas belajar mengajar di kelas masing-masing. Kegiatan apel pagi ini diharapkan dapat menjadi pengingat dan motivasi bagi seluruh warga madrasah untuk selalu menjaga ucapan dan memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan sekolah.(Humas/Rf)
|
390x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Sarolangun dan Sekitarnya
Memuat tanggal...