
SAROLANGUN - MTsN 1 Sarolangun terus menjaga konsistensi dalam pembentukan karakter religius peserta didik. Hari ini (29/07), seluruh siswa, guru, dan staf madrasah kembali melaksanakan ibadah salat Zuhur berjamaah seperti biasa. Dampak positif dari konsistensi program selama satu tahun ini mulai terlihat nyata pada perilaku para murid. Saat ini, sudah banyak murid yang menunjukkan perubahan karakter positif; begitu waktu salat Dzuhur tiba, mereka langsung bersiap dengan tertib dan bergegas menuju tempat salat tanpa harus menunggu instruksi berlebih dari guru. walau belum semua murid, namun program ini telah menunjakan dampak yang positif.
Mengingat daya tampung yang terbatas, pelaksanaan salat berjamaah ini sengaja dibagi ke dalam dua tempat berbeda, yaitu di Mushola madrasah dan Aula utama. Kebijakan pemecahan lokasi ini diambil karena seluruh jumlah siswa tidak akan muat jika dipaksakan dalam satu tempat saja. Kendati demikian, pihak madrasah mengakui bahwa pembentukan karakter adalah proses yang dinamis. Di lapangan, walau mayoritas sudah mulai mandiri, diakui belum semua murid memiliki tingkat kesadaran diri yang sama untuk langsung bergerak menuju tempat shalat, sehingga pendampingan dan ajakan dari para guru secara persuasif masih terus berjalan. 
Program pembiasaan ibadah ini tercatat telah berjalan secara konsisten selama satu tahun terakhir dan dipastikan akan terus berlanjut sebagai agenda wajib madrasah. Meski telah berjalan stabil, pihak madrasah mengakui masih terdapat kendala teknis di lapangan, salah satunya terkait manajemen waktu yang terkadang bersinggungan dengan jam pelajaran terakhir. Kendala ini dipicu oleh pergeseran waktu azan Zuhur yang saat ini menjadi lebih siang dari biasanya, yaitu jatuh pada pukul 12.17 WIB. Sementara itu, berdasarkan jadwal kegiatan belajar mengajar (KBM), para siswa sudah harus masuk kembali ke kelas untuk memulai jam pelajaran berikutnya pada pukul 12.30 WIB. Sempitnya jeda waktu tersebut membuat pelaksanaan salat berjamaah dan zikir terkadang memakan waktu jam pelajaran terakhir.
Menyikapi hal tersebut, Wakil Kepala Madrasah (Waka) Bidang Kurikulum, Ema Susilasi, S.Ag., menegaskan bahwa pihak kurikulum tidak akan tinggal diam. Evaluasi berkala dan perbaikan sistem akan terus dilakukan agar pelaksanaan ibadah mulia ini tetap berjalan optimal tanpa mengorbankan hak belajar murid di kelas. "Kami akan selalu mengevaluasi dan melakukan perbaikan sistem pembagian waktu salat Zuhur berjamaah ini. Target kami adalah menyusun regulasi durasi yang lebih presisi, sehingga kegiatan ibadah tetap khusyuk dan jam pelajaran terakhir dapat dimulai tepat waktu tanpa ada yang terpotong lagi," jelas Ema Susilasi, S.Ag. Beliau juga menambahkan bahwa program ini merupakan investasi karakter jangka panjang. Harapan besarnya, ibadah berjamaah ini menjadi pembiasaan baik yang melekat pada diri siswa. Jadi, saat murid pulang sekolah, tidak ada lagi dari mereka yang terlewat salat Zuhurnya hanya karena faktor rumah yang jauh atau jemputan orang tua yang terlambat datang. 
Langkah preventif dan evaluatif dari tim kurikulum ini mendapat dukungan penuh dari Kepala MTsN 1 Sarolangun. Kepala Madrasah berkomitmen penuh untuk mendukung keberlanjutan program ini, baik dari segi fasilitas maupun kebijakan internal, demi mewujudkan visi madrasah yang unggul dalam iptek dan kokoh dalam imtak. (Humas/Rf)
|
39x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Sarolangun dan Sekitarnya
Memuat tanggal...