
(Humas) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kecamatan Sarolangun mengadakan sosialisasi mengenai perilaku berisiko kepada siswa MTsN 1 Sarolangun pada Selasa, 5 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada remaja agar memahami dan menghindari perilaku menyimpang yang dapat berdampak buruk pada masa depan mereka. 
Sosialisasi ini merupakan bagian dari program Generasi Berencana (GenRe), sebuah inisiatif nasional BKKBN yang fokus membentuk generasi muda agar sadar pentingnya perencanaan masa depan. Program ini juga mendorong remaja untuk menjauhi pernikahan dini, serta menghindari narkoba dan pergaulan bebas. Dalam kegiatan tersebut, hadir penyuluh BKKBN Kecamatan Sarolangun, Rizki Andriani dan Sri Wahyuni, yang menyampaikan materi terkait berbagai bentuk perilaku berisiko di kalangan remaja. Materi yang dibahas meliputi penyalahgunaan narkoba, seks bebas, konsumsi pornografi, tawuran, hingga balap liar.
Untuk menyesuaikan dengan karakteristik siswa, BKKBN menggunakan metode edukatif yang interaktif. Materi disampaikan melalui diskusi kelompok, kuis edukatif, dan permainan peran (role-playing). Pendekatan ini dinilai efektif karena membuat siswa lebih mudah memahami informasi yang diberikan. "Anak-anak sangat antusias. Mereka aktif bertanya dan terlibat dalam diskusi. Ini menunjukkan bahwa pendekatan yang kami gunakan sudah tepat," ujar Rizki Andriani. 
Lebih dari 20 siswa mengikuti kegiatan ini. Sebagian besar peserta menunjukkan respon positif, terlihat dari keaktifan mereka dalam menjawab kuis dan berpartisipasi dalam permainan peran untuk menolak ajakan negatif dari teman sebaya. Salah satu siswa bahkan menyatakan keinginannya untuk menjadi Duta GenRe dan membantu menyebarkan informasi yang didapat kepada teman-temannya.
Kepala MTsN 1 Sarolangun, Salimin, S.Pd.I, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi ini. Ia menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi remaja saat ini, terutama terkait pengaruh negatif dari lingkungan sekitar. Menurutnya, materi yang dibawakan penting untuk membentuk karakter siswa agar mampu mengambil keputusan yang tepat selama masa remaja.
Salimin juga mengapresiasi metode penyampaian yang digunakan, khususnya pendekatan interaktif seperti diskusi kelompok dan kuis edukatif. "Anak-anak jadi lebih aktif dan tidak hanya duduk mendengarkan. Mereka bisa mengekspresikan pendapat dan mendapatkan penjelasan langsung dari narasumber," ujarnya. Ia menambahkan, suasana selama sosialisasi berlangsung cukup hidup dan penuh semangat, mencerminkan antusiasme siswa.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, pihak sekolah berencana mengintegrasikan nilai-nilai program GenRe ke dalam kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan karakter siswa. Salimin berharap pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di sekolah dapat menjadi wadah bagi siswa untuk berbagi informasi dan membimbing teman-temannya dalam menghindari perilaku menyimpang. "Kami ingin sekolah menjadi ruang aman dan positif bagi remaja untuk tumbuh dan berkembang," katanya. 
Guru Bimbingan Konseling MTsN 1 Sarolangun, Rizki Fitriana Ba'alawi S.Kom.I, menambahkan bahwa diharapkan siswa yang telah mendapatkan edukasi dapat menjadi agen perubahan. Dengan demikian, informasi mengenai bahaya perilaku berisiko dapat tersebar secara alami melalui komunikasi antar teman sebaya.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya konkret BKKBN dan sekolah dalam mencegah perilaku menyimpang di kalangan remaja, serta membekali mereka dengan pengetahuan untuk mengambil keputusan yang lebih baik di masa depan. (Rahman)
|
57x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Sarolangun dan Sekitarnya
Memuat tanggal...