Selamat Datang di Website Resmi MTSN 1 Sarolangun # Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Sarolangun. Madrasah Hebat Madrasah Bermartabat. # -
Diposting Pada: Rabu, 07 Agustus 2019

Ependi, S.Pd (Pembina UKS) : Menganjurkan Siswa Pakai Masker Mencegah Timbulnya Penyakit akibat udara yang tidak sehat

Ependi, S.Pd  (Pembina UKS) :  Menganjurkan Siswa Pakai Masker Mencegah Timbulnya Penyakit akibat udara yang tidak sehat

(HUMAS ) Ketika musim kemarau, panas dan teriknya cuaca serta hujan yang kian jarang turun – menyebabkan lingkungan menjadi lebih kering. Tak hanya itu, debu yang beterbangan juga rentan mengandung kuman penyakit. Akibatnya, Anda menjadi rentan terkena penyakit, khususnya jika daya tahan tubuh menurun. Sebagai antisipasi agar Anda dapat melakukan langkah-langkah pencegahan, berikut ini adalah empat jenis penyakit yang sering terjadi akibat debu saat musim kemarau.
1. Infeksi saluran pernapasan atas
Debu yang mengandung kuman banyak beterbangan di udara, sehingga mudah sekali masuk ke saluran pernapasan atas. Situasi ini dapat menyebabkan gangguan iritasi dan rasa kering di dalam saluran pernapasan. Infeksi pada saluran pernapasan atas yang dapat terjadi adalah faringitis (radang tenggorokan). Gejalanya adalah nyeri atau rasa mengganjal saat menelan, dan sering kali membuat penderita mengalami demam dan batuk.
2. Infeksi saluran pernapasan bawah
Infeksi saluran pernapasan bawah juga dapat terjadi saat musim kemarau, terlebih pada beberapa orang yang memiliki riwayat asma. Penyakit asma adalah suatu kondisi terjadinya penyempitan saluran pernapasan. Debu yang membawa kuman penyakit menyebabkan terjadinya penyempitan saluran pernapasan bawah, yang dapat memicu gejala seperti sesak napas dan batuk.
3. Diare
Diare merupakan penyakit yang menyerang saluran pencernaan dan mudah terjadi saat musim kemarau. Jumlah air bersih yang berkurang menyebabkan debu jadi menghantarkan kuman, virus, dan bakteri di udara. Akibatnya, penyakit juga tersebar. Jika makanan yang akan dikonsumsi terkontaminasi kuman yang dihantarkan oleh debu tanpa dicuci dengan bersih, maka risiko diare pun meningkat. Jika dalam 24 jam terjadi tiga kali atau lebih penurunan konsistensi feses menjadi lunak atau cair, maka Anda sudah termasuk dalam kondisi menderita penyakit diare.
4. Sakit mata
Udara yang kering serta debu yang mudah beterbangan dapat meningkatkan risiko Anda terkena sakit mata saat musim kemarau. Salah satu gejalanya adalah mata menjadi kering. Kondisi ini dapat terjadi saat air mata tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk melubrikasi mata. Gejala lain yang dapat timbul antara lain mata memerah, rasa mengganjal pada mata, dan belekan.
Cara mencegah empat penyakit akibat debu saat musim kemarau Untuk mencegah empat jenis penyakit yang disebutkan di atas, lakukan beberapa langkah ini:
Selalu siapkan dan rutin memakai masker saat berada di luar rumah. Lingkungan di dalam rumah juga harus secara rutin dibersihkan agar debu tidak menumpuk dan menyebabkan penyakit. 7Menjaga kebersihan diri dengan rutin mandi dua kali sehari. Rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setiap akan menyiapkan makanan, sebelum makan, setelah ke kamar mandi, setelah memegang binatang peliharaan, dan setelah menangani sampah. Perbanyak minum air putih delapan gelas per hari. Hindari minum air putih dingin atau minuman dingin lainnya, agar saluran pernapasan tidak mudah kering dan teriritasi. Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi.
Usahakan untuk tidur delapan jam sehari supaya daya tahan tubuh tetap terjaga dan tidak mudah terserang kuman penyakit
Pendapat yang mengatakan bahwa mencegah jauh lebih mudah dan baik daripada mengobati, memang benar adanya. Jika Anda mengalami salah satu dari penyakit akibat debu saat musim kemarau tersebut, segera periksakan diri ke dokter. Jangan tunda lebih lama agar penyakit tersebut tidak berkembang menjadi semakin parah. Ungkap Ependi, S.Pd Pembina UKS saat apel Kedisiplinan siswa di lapangan MTSN 1 Sarolangun.

Penulis : Sahudi Ramli



 


577x
Dibaca

Berita Lainnya:

  1. Momen Haru Penuh Makna, Warnai Perpisahan Guru Purna Tugas dan Pindah Tugas MTsN 1 Sarolangun 103x dibaca
  2. Abdurrahman, S.Pd (Pembinaan OSIS) : MTsN 1 Sarolangun bertekan Raih Juara Umum pada lomba HUT RI ke 74 Tahun 2019 655x dibaca
  3. Guru MTsN 1 Sarolangun Inovasi Pembelajaran Matematika dengan Media Bantu Powerpoint dan Geogebra 943x dibaca
  4. PMR MTsN 1 Sarolangun adakan Diksar Kepalangmerahan Remaja Angkatan II 1261x dibaca
  5. Meriah dan Penuh Semangat, Pembukaan MATSAMA MTsN 1 Sarolangun Tahun 2025 Resmi Digelar 85x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Sarolangun dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MTSN 1 Sarolangun

Mars Madrasah